Do you know that SUBUD also flourishes in Melbourne? And how many Indonesians went to Australia to study, compare to those who came from Malaysia and Singapore? What does it mean when they say that an accomodation does not include "white goods"?
Read here ... http://ausindo.com.au/main.htm
Rabu, 29 Februari 2012
Aspek TI apa yang perlu dikuasai pustakawan? kebisaan membaca !
[Putu Pendit]
Di luar dari ini semua, yang paling penting adalah kesadaran pustakawan
bahwa ia bisa menggunakan semua alat-alat itu untuk menumbuhkan dan
memajukan kebiasaan membaca (dalam arti luas) di masyarakatnya. Inilah
keahlian utama pustakawan.
{^_^}
Sewaktu mampir di JIP-UI, Anda pernah berkata bahwa minat baca masyarakat
Indonesia cukup tinggi, lalu Bapak memperkuat pernyataan ini dengan
menunjukkan tingginya angka pertumbuhan media masa, yang berarti banyak
orang yang membaca (walaupun beberapa media massa banyak yang
bergelimpangan untuk saat ini).
[Putu Pendit]
Secara lebih umum lagi, perpustakaan juga bersinggungan langsung dengan
office automation karena manajemen perpustakaan sama saja dengan manajemen
toko buku, misalnya.
{^_^}
Kata-kata toko buku ini jadi mengingatkan saya dengan keadaan di toko buku
seperti Gramedia dan Gunung Agung. Kedua jagoan ini terus berkembang dan
membuat cabang dimana-mana. Bila kebiasaan membaca itu rendah saya rasa hal
tersebut tak akan terjadi.
Banyak yang curi-curi baca (tidak beli tapi baca ditempat) di toko-toko
tersebut, sehingga di beberapa cabang toko buku tersebut ada yang
melarangnya (katanya), walaupun saya belum pernah mengalaminya. Bila liburan
sekolah, toko-toko ini juga jadi lebih ramai. Toko-toko buku bajakan di
kawasan Senen juga tidak kalah peminatnya.
Saya memang tidak punya data statistik untuk mendukung keyakinan saya ini.
Tapi saya yakin jumlahnya besar. Bila dibuatkan persentase saya yakin jumlah
orang yang suka baca pasti
sangat kecil, tetapi bila dihitung jumlahnya, saya yakin banyak.
Jadi menurut saya, cukup banyak orang yang suka baca. Tapi kenapa
sepertinyaperpustakaan tetap sepi dari konsumen? Kenapa mereka tidak datang
ke perpustakaan? Padahal terkadang harus curi-curi baca, kalau di
perpustakaan kan gratis. Kenapa perpustakaan tidak bisa seperti toko buku?
Padahal menurut Pak Putu manajemen perpustakaan sama saja dengan manajemen
toko buku.
[[[||]]]
{^_^}
Yuan Oktafian
sumber milis ics
Thu Jan 25, 2001 4:53 pm
Di luar dari ini semua, yang paling penting adalah kesadaran pustakawan
bahwa ia bisa menggunakan semua alat-alat itu untuk menumbuhkan dan
memajukan kebiasaan membaca (dalam arti luas) di masyarakatnya. Inilah
keahlian utama pustakawan.
{^_^}
Sewaktu mampir di JIP-UI, Anda pernah berkata bahwa minat baca masyarakat
Indonesia cukup tinggi, lalu Bapak memperkuat pernyataan ini dengan
menunjukkan tingginya angka pertumbuhan media masa, yang berarti banyak
orang yang membaca (walaupun beberapa media massa banyak yang
bergelimpangan untuk saat ini).
[Putu Pendit]
Secara lebih umum lagi, perpustakaan juga bersinggungan langsung dengan
office automation karena manajemen perpustakaan sama saja dengan manajemen
toko buku, misalnya.
{^_^}
Kata-kata toko buku ini jadi mengingatkan saya dengan keadaan di toko buku
seperti Gramedia dan Gunung Agung. Kedua jagoan ini terus berkembang dan
membuat cabang dimana-mana. Bila kebiasaan membaca itu rendah saya rasa hal
tersebut tak akan terjadi.
Banyak yang curi-curi baca (tidak beli tapi baca ditempat) di toko-toko
tersebut, sehingga di beberapa cabang toko buku tersebut ada yang
melarangnya (katanya), walaupun saya belum pernah mengalaminya. Bila liburan
sekolah, toko-toko ini juga jadi lebih ramai. Toko-toko buku bajakan di
kawasan Senen juga tidak kalah peminatnya.
Saya memang tidak punya data statistik untuk mendukung keyakinan saya ini.
Tapi saya yakin jumlahnya besar. Bila dibuatkan persentase saya yakin jumlah
orang yang suka baca pasti
sangat kecil, tetapi bila dihitung jumlahnya, saya yakin banyak.
Jadi menurut saya, cukup banyak orang yang suka baca. Tapi kenapa
sepertinyaperpustakaan tetap sepi dari konsumen? Kenapa mereka tidak datang
ke perpustakaan? Padahal terkadang harus curi-curi baca, kalau di
perpustakaan kan gratis. Kenapa perpustakaan tidak bisa seperti toko buku?
Padahal menurut Pak Putu manajemen perpustakaan sama saja dengan manajemen
toko buku.
[[[||]]]
{^_^}
Yuan Oktafian
sumber milis ics
Thu Jan 25, 2001 4:53 pm
Selasa, 28 Februari 2012
Blab blab, bing bing
Ngomong ga jelas bukanlah pelanggaran undang undang yang harus di adili atau di tangkap.
Langganan:
Postingan (Atom)